Senin, 06 Mei 2013

Keindahan Langit Malam

Tahukah anda apa perbedaan langit malam di daerah yang "masih belum begitu terjamah" oleh pesatnya globalisasi teknologi yang saat ini sedang terjadi secara terus menerus dengan langit malam di daerah perkotaan yang notabene sudah ramai oleh perkembangan teknologi saat ini?

Ya tentunya ada bedanya, lalu apa yang membedakannya?

Untuk di daerah yang bisa kita katakan pedesaan, yang kehidupannya tidak begitu dinamis seperti di daerah perkotaan (maklum saya sendiri perantau yang berasal dari daerah pedesaan) jadi tahu perbedaan cara hidup penduduk di kota dan di desa, jadi langsung to the point aja, untuk langit malam hari di pedesaan masih memiliki pemandangan malam yang bisa kita nikmati keindahannya. Bagaimana tidak? Hampir di seluruh penjuru langit malam di pedesaan dapat terlihat berbagai macam benda angkasa (kebanyakan bintang, beberapa planet besar terdekat, dan benda-benda angkasa lainnya) dengan cahaya pancarannya yang berbeda-beda memberikan suasana malam menjadi lebih indah :D.
Kita lihat saja contohnya


Sedangakan untuk di daerah perkotaan sangat sulit untuk mendapatkan pemandangan langit malam seperti itu? Kok bisa? Nah jawabannya karena dengan dinamisme yang ada di perkotaan, membuat malam hari pun masih banyak aktivitas yang terjadi di daerah perkotaan, entah itu aktivitas industri, pendidikan, dan sebagainya. Akibatnya pada saat malam hari di daerah perkotaan terjadi polusi cahaya terhadap langit malam kota. Apa itu polusi cahaya? yaitu saat cahaya dari lampu atau dari pijaran cahaya lain yang disebabkan aktivitas di malam hari di daerah perkotaaan intensitasnya terlalu banyak sehingga mengalahkan intensitas cahaya dari benda-benda di langit malam yang masuk ke bumi, sehingga benda-benda lagit di langit malam pun menjadi susah untuk dinikmati (sebagai perantau saya juga tak bisa menikmati lagi pemandangan indah langit malam).
Kita lihat contoh polusi cahaya



Kita lihat perbandingan antara langit malam di pedesaan dan langit malam di perkotaan

Maha Luasnya Alam Semesta

SUBHANALLOH


Ini saya dapat dari sebuah halaman di internet (saya lupa persisnya), yaitu gambar pemandangan planet-planet dalam tata surya matahari kita dilihat dari bumi jika jaraknya masing-masing disamakan dengan jarak bulan ke bumi. 

  (klik dan zoom  gambar tersebut untuk dapat melihat secara jelas)

Kita bisa lihat dari gambar tersebut seolah-olah planet-planet tersebut begitu dekat dengan bumi kita ini, bahkan dapat kita lihat jupiter menutupi seluruh pandangan langit pada horizon tersebut. Ini membuktikan begitu maha besar dan luas alam semesta ini. 

Bahkan dari berbagai sumber yang saya terima, bintang yang sangat besar (canis mayor kalau tidak salah) yang bisa terdeteksi oleh kecanggihan teknologi saat ini memiliki ukuran yang sangat jauh lebih besar dibandingkan dengan matahari, bahkan jika didekatkan matahari terlihat seolah-olah titik yang begitu kecil, padahal kita ketahui bahwa matahari memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jupiter.

 

Bayangkan sekecil apakah ukuran bumi kita jika dibandingkan dengan bintang yang sangat besar tersebut? Apalagi kita manusia dan makhluk-makhluk Alloh lain yang begitu banyak jumlahnya namun masih bisa menempati bumi ini, seberapa kecil kah kita dibandingkan dengan ukuran alam semesta ini? Tentunya sangatlah kecil. 

Sabtu, 07 Januari 2012

13 Fakta Seputar Penguin

Pernah nonton film Madagascar? Film animasi yang sempat menarik perhatian anak-anak dengan cerita soal hewan-hewan di salah satu kebun binatang. Diantara tokoh ceritanya, ada 4 penguin Skipper, Kowalski, Private dan Rico) yang begitu lucu. Sehingga dibuatkan film seri animasi tentang 4 penguin tersebut yaitu "The Penguin of Madagascar".

Penguin memang digemari oleh setiap orang di dunia ini. Warnanya yang hitam dan putih seolah memakai setelan tuxedo, berikut cara jalannya yang unik, siapa yang tidak jatuh cinta?






Ada 13 fakta seputar penguin yang perlu diketahui karena keunikannya. Apa sajakah itu?

1. Ada 18 spesies penguin di dunia. Sementara beberapa spesies berkembang, 13 dari mereka populasinya semakin menurun. Apalagi ancaman pemanasan global yang mencairkan es di kutub semakin memperparah keadaan penguin-penguin di kutub.

2. Penguin hanya ditemukan di belahan bumi selatan. Sementara kebanyakan orang hanya mengasosiasikan dengan penguin Antartika, sesungguhnya populasinya dapat ditemukan juga di Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia dan Selandia Baru.

3. Spesies penguin Utara adalah penguin Galapagos, yang hidup sepanjang tahun di dekat khatulistiwa.

4. Penguin kehilangan kemampuan untuk terbang jutaan tahun lalu, tapi sirip seperti sayap yang kuat dan tubuh ramping membuat mereka sangat hebat berenang, bahkan mereka adalah spesies burung yang dinobatkan sebagai perenang tercepat penyelam terdalam.

5. Saat berenang, penguin akan melompat di atas permukaan air. Mantel bulu mereka memiliki gelembung kecil yang mengurangi gesekan, dan memungkinkan mereka untuk berenang secepat 20 mil per jam (32 kpj).

6. Penguin termasuk burung atau hewan karnivora. Makanan mereka berbagai hewan laut yang berbeda, termasuk ikan, cumi, udang, dan hewan kecil lainnya.

7. Mata penguin bekerja lebih baik di bawah air daripada yang mereka lakukan di daratan. Bahkan air sekeruh apa pun, mereka masih bisa melihat mangsanya.





8. Penguin Kaisar (Emperor) adalah yang terbesar dari spesies penguin dan beratnya bisa sampai 90 pon (45 Kg). Penguin peri adalah yang terkecil dan beratnya hanya 2 kilogram.

9. Penguin mata kuning diyakini sebagai spesies penguin paling langka, populasinya tinggal sekitar 5.000 burung. Mereka hanya dapat ditemukan di sepanjang pantai tenggara Selandia Baru dan pulau-pulau terdekat.

10. Penguin adalah burung sosial yang membentuk koloni, dan biasanya memakai sistem penomoran pada setiap keturunannya. Jadi mereka pun punya sistem sensus yang hanya dimengerti oleh mereka saja.

11. Penguin Kaisar dan penguin Raja tidak membuat sarang. Bila mereka bertelur akan dierami dengan cara mendekapnya di kaki dan bisa tetap hangat karena ada kulit di bagian bawah badannya yang disebut 'brood pouch'.

12. Penguin Kaisar jantan akan mengerami telur mereka selama dua bulan di musim dingin tanpa makan sementara betinanya berada di laut. Selama waktu itu, mereka hidup dari cadangan lemak dan mungkin kehilangan setengah berat badan mereka. Ketika betinanya kembali segera setelah si anak menetas, kini giliran penguin jantan pergi mencari makan.

13. Tergantung pada spesies, seekor penguin liar dapat hidup 15-20 tahun. Selama hidup, penguin menghabiskan 75 persen waktu usianya di laut.

Kehidupan di planet lain


Apakah ada kehidupan di planet lain?

Cerita tentang keberadaan alien selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Mulai dari pengakuan banyak orang melihat piring terbang, analisa arkeolog yang bingung dengan penemuan dari masa lalu yang melampaui 'kecerdasan' di jamannya, hingga akhirnya observasi ke planet dan bintang yang jauh.

Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:





Seratus Juta Galaksi
Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya

Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.


Bermilyar Bintang
Meskipun mungkin tidak ada bukti yang pasti kehidupan di planet-planet selain Bumi, namun alam semesta kita terdiri dari triliunan bintang. Dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir setidaknya 50 persen dari bintang-bintang yang ada menunjukkan keberadaan planet di dekatnya.


Ada air di beberapa planet
Kita semua tahu pentingnya air bagi kehidupan. Nah, ternyata penelitian menemukan ada kelimpahan air dalam sistem surya kita. Misalnya, fakta membuktikan bahwa air mungkin mengalir di bawah shell Mars.

Kemudian pada Europa (bulan Jupiter) memiliki jejak samudera cair di atasnya. Bahkan Venus, sebagian peneliti percaya mungkin memiliki sedikit air di atmosfernya. Sehingga cukup banyak menjadi bukti kemungkinan adanya kehidupan asing.



Air di planet Mars Foto : Telegraph.co.uk

Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah mereka ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.

Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.

Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.

Rabu, 24 Maret 2010

ASTRONOMI

Astronomi, yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" (dari Yunani: άστρο, + νόμος), adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.

Selama sebagian abad ke-20, astronomi dianggap terpilah menjadi astrometri, mekanika langit, dan astrofisika. Status tinggi sekarang yang dimiliki astrofisika bisa tercermin dalam nama jurusan universitas dan institut yang dilibatkan di penelitian astronomis: yang paling tua adalah tanpa kecuali bagian 'Astronomi' dan institut, yang paling baru cenderung memasukkan astrofisika di nama mereka, kadang-kadang mengeluarkan kata astronomi, untuk menekankan sifat penelitiannya. Selanjutnya, penelitian astrofisika, secara khususnya astrofisika teoretis, bisa dilakukan oleh orang yang berlatar belakang ilmu fisika atau matematika daripada astronomi.
Astronomi Bulan: kawah besar ini adalah Daedalus, yang dipotret kru Apollo 11 selagi mereka mengedari Bulan pada 1969. Ditemukan di tengah sisi gelap bulan Bumi, garis tengahnya sekitar 93 km

Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif, khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi, ilmusemu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama, kedua bidang ini sangat berbeda; astronom menggunakan metode ilmiah, sedangkan astrolog tidak.



Cabang-cabang astronomi

Astronomy dipisahkan ke dalam cabang. Perbedaan pertama di antara 'teoretis dan observational' astronomi. Pengamat menggunakan berbagai jenis alat untuk mendapatkan data tentang gejala, data yang kemudian dipergunakan oleh teoretikus untuk 'membuat' teori dan model, menerangkan pengamatan dan memperkirakan yang baru.

Bidang yang dipelajari juga dikategorikan menjadi dua cara yang berbeda: dengan 'subyek', biasanya menurut daerah angkasa (misalnya Astronomi Galaksi) atau 'masalah' (seperti pembentukan bintang atau kosmologi); atau dari cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi (pada hakekatnya, daerah di mana spektrum elektromagnetik dipakai). Pembagian pertama bisa diterapkan kepada baik pengamat maupun teoretikus, tetapi pembagian kedua ini hanya berlaku bagi pengamat (dengan tak sempurna), selama teoretikus mencoba menggunakan informasi yang ada, di semua panjang gelombang, dan pengamat sering mengamati di lebih dari satu daerah spektrum.


Berdasarkan subyek atau masalah

* Astrometri: penelitian posisi benda di langit dan perubahan posisi mereka. Mendefinisikan sistem koordinat yang dipakai dan kinematika dari benda-benda di galaksi kita.
* Kosmologi: penelitian alam semesta sebagai seluruh dan evolusinya.
* Fisika galaksi: penelitian struktur dan bagian galaksi kita dan galaksi lain.
* Astronomi ekstragalaksi: penelitian benda (sebagian besar galaksi) di luar galaksi kita.
* Pembentukan galaksi dan evolusi: penelitian pembentukan galaksi, dan evolusi mereka.
* Ilmu planet: penelitian planet dan tata surya.
* Fisika bintang: penelitian struktur bintang.
* Evolusi bintang: penelitian evolusi bintang dari pembentukan mereka sampai akhir mereka sebagai bintang sisa.
* Pembentukan bintang: penelitian kondisi dan proses yang menyebabkan pembentukan bintang di dalam awan gas, dan proses pembentukan itu sendiri.

Juga, ada disiplin lain yang mungkin dipertimbangkan sebagian astronomi:

* Arkheoastronomi
* Astrobiologi
* Astrokimia

Cara-cara mendapatkan informasi


Dalam astronomi, informasi sebagian besar didapat dari deteksi dan analisis radiasi elektromagnetik, foton, tetapi informasi juga dibawa oleh sinar kosmik, neutrino, dan, dalam waktu dekat, gelombang gravitasional (lihat LIGO dan LISA). Pembagian astronomi secara tradisional dibuat berdasarkan rentang daerah spektrum elektromagnetik yang diamati:

* Astronomi optikal menunjuk kepada teknik yang dipakai untuk mengetahui dan menganalisa cahaya pada daerah sekitar panjang gelombang yang bisa dideteksi oleh mata (sekitar 400 - 800 nm). Alat yang paling biasa dipakai adalah teleskop, dengan CCD dan spektrograf.
* Astronomi inframerah mengenai deteksi radiasi infra merah (panjang gelombangnya lebih panjang daripada cahaya merah). Alat yang digunakan hampir sama dengan astronomi optik dilengkapi peralatan untuk mendeteksi foton infra merah. Teleskop Ruang Angkasa digunakan untuk mengatasi gangguan pengamatan yang berasal dari atmosfer.
* Astronomi radio memakai alat yang betul-betul berbeda untuk mendeteksi radiasi dengan panjang gelombang mm sampai cm. Penerimanya mirip dengan yang dipakai dalam pengiriman siaran radio (yang memakai radiasi dari panjang gelombang itu).



* Astronomi energi tinggi

Astronomi optik dan radio bisa dilakukan di observatorium landas bumi, karena atmosfer transparan pada panjang gelombang itu. Cahaya infra merah benar-benar diserap oleh uap air, sehingga observatorium infra merah terpaksa ditempatkan di tempat kering yang tinggi atau di angkasa.

Atmosfer kedap pada panjang gelombang astronomi sinar-X, astronomi sinar-gamma, astronomi ultra violet dan, kecuali sedikit "jendela" dari panjang gelombang, astronomi infra merah jauh, oleh sebab itu pengamatan bisa dilakukan hanya dari balon atau observatorium luar angkasa.



Sejarah Singkat

Pada bagian awal sejarahnya, astronomi memerlukan hanya pengamatan dan ramalan gerakan benda di langit yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Rigveda menunjuk kepada ke-27 rasi bintang yang dihubungkan dengan gerakan matahari dan juga ke-12 Zodiak pembagian langit. Yunani kuno membuatkan sumbangan penting sampai astronomi, di antara mereka definisi dari sistem magnitudo. Alkitab berisi sejumlah pernyataan atas posisi tanah di alam semesta dan sifat bintang dan planet, kebanyakan di antaranya puitis daripada harfiah; melihat Kosmologi Biblikal. Pada tahun 500 M, Aryabhata memberikan sistem matematis yang mengambil tanah untuk berputar atas porosnya dan mempertimbangkan gerakan planet dengan rasa hormat ke matahari.

Penelitian astronomi hampir berhenti selama abad pertengahan, kecuali penelitian astronom Arab. Pada akhir abad ke-9 astronom Muslim al-Farghani (Abu'l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani) menulis secara ekstensif tentang gerakan benda langit. Karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin di abad ke-12. Pada akhir abad ke-10, observatorium yang sangat besar dibangun di dekat Teheran, Iran, oleh astronom al-Khujandi yang mengamati rentetan transit garis bujur Matahari, yang membolehkannya untuk menghitung sudut miring dari gerhana. Di Parsi, Umar Khayyām (Ghiyath al-Din Abu'l-Fath Umar ibn Ibrahim al-Nisaburi al-Khayyami) menyusun banyak tabel astronomis dan melakukan reformasi kalender yang lebih tepat daripada Kalender Julian dan mirip dengan Kalender Gregorian. Selama Renaisans Copernicus mengusulkan model heliosentris dari Tata Surya. Kerjanya dipertahankan, dikembangkan, dan diperbaiki oleh Galileo Galilei dan Johannes Kepler. Kepler adalah yang pertama untuk memikirkan sistem yang menggambarkan dengan benar detail gerakan planet dengan Matahari di pusat. Tetapi, Kepler tidak mengerti sebab di belakang hukum yang ia tulis. Hal itu kemudian diwariskan kepada Isaac Newton yang akhirnya dengan penemuan dinamika langit dan hukum gravitasinya dapat menerangkan gerakan planet.

Bintang adalah benda yang sangat jauh. Dengan munculnya spektroskop terbukti bahwa mereka mirip matahari kita sendiri, tetapi dengan berbagai temperatur, massa dan ukuran. Keberadaan galaksi kita, Bima Sakti, dan beberapa kelompok bintang terpisah hanya terbukti pada abad ke-20, serta keberadaan galaksi "eksternal", dan segera sesudahnya, perluasan Jagad Raya dilihat di resesi kebanyakan galaksi dari kita.

Kosmologi membuat kemajuan sangat besar selama abad ke-20, dengan model Ledakan Dahsyat yang didukung oleh pengamatan astronomi dan eksperimen fisika, seperti radiasi kosmik gelombang mikro latar belakang, Hukum Hubble dan Elemen Kosmologikal. Untuk sejarah astronomi yang lebih terperinci, lihat sejarah astronomi.


Astronomi di Indonesiaan>

Masyarakat tradisional

Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Keterbatasan pengetahuan membuat kebanyakan pengamatan dilakukan untuk keperluan astrologi. Pada tingkatan praktis, pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran. Dalam masyarakat Jawa misalnya dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Nama-nama asli daerah untuk penyebutan obyek-obyek astronomi juga memperkuat fakta bahwa pengamatan langit telah dilakukan oleh masyarakat tradisional sejak lama. Lintang Waluku adalah sebutan masyarakat Jawa tradisional untuk menyebut tiga bintang dalam sabuk Orion dan digunakan sebagai pertanda dimulainya masa tanam. Gubuk Penceng adalah nama lain untuk rasi Salib Selatan dan digunakan oleh para nelayan Jawa tradisional dalam menentukan arah selatan. Joko Belek adalah sebutan untuk Planet Mars, sementara lintang kemukus adalah sebutan untuk komet. Sebuah bentangan nebula raksasa dengan fitur gelap di tengahnya disebut sebagai Bimasakti.


Masa modern

Pelaut-pelaut Belanda pertama yang mencapai Indonesia pada akhir abad-16 dan awal abad-17 adalah juga astronom-astronom ulung, seperti Pieter Dirkszoon Keyser dan Frederick de Houtman. Lebih 150 tahun kemudian setelah era penjelajahan tersebut, misionaris Belanda kelahiran Jerman yang menaruh perhatian pada bidang astronomi, Johan Maurits Mohr, mendirikan observatorium pertamanya di Batavia pada 1765. James Cook, seorang penjelajah Inggris, dan Louis Antoine de Bougainville, seorang penjelajah Perancis, bahkan pernah mengunjungi Mohr di observatoriumnya untuk mengamati transit Planet Venus pada 1769[1].

Ilmu astronomi modern makin berkembang setelah pata tahun 1928, atas kebaikan Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha perkebunan teh di daerah Malabar, dipasang beberapa teleskop besar di Lembang, Jawa Barat, yang menjadi cikal bakal Observatorium Bosscha, sebagaimana dikenal pada masa kini.

Penelitian astronomi yang dilakukan pada masa kolonial diarahkan pada pengamatan bintang ganda visual dan survei langit di belahan selatan ekuator bumi, karena pada masa tersebut belum banyak observatorium untuk pengamatan daerah selatan ekuator.

Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan, bukan berarti penelitian astronomi terhenti, karena penelitian astronomi masih dilakukan dan mulai adanya rintisan astronom pribumi. Untuk membuka jalan kemajuan astronomi di Indonesia, pada tahun 1959, secara resmi dibuka Pendidikan Astronomi di Institut Teknologi Bandung.

Pendidikan Astronomi di Indonesia secara formal dilakukan di Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung. Departemen Astronomi berada dalam lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan secara langsung terkait dengan penelitian dan pengamatan di Observatorium Bosscha.

Lembaga negara yang terlibat secara aktif dalam perkembangan astronomi di Indonesia adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selain pendidikan formal, terdapat wadah informal penggemar astronomi, seperti Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, serta tersedianya planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta yang selalu ramai dipadati pengunjung.

Perkembangan astronomi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, dan mendapat pengakuan di tingkat Internasional, seiring dengan semakin banyaknya pakar astronomi asal Indonesia yang terlibat dalam kegiatan astronomi di seluruh dunia, serta banyaknya siswa SMU yang memenangi Olimpiade Astronomi Internasional maupun Olimpiade Astronomi Asia Pasific.

Demikian juga dengan adanya salah seorang putra terbaik bangsa dalam bidang astronomi di tingkat Internasional, yaitu Profesor Bambang Hidayat yang pernah menjabat sebagai vice president IAU (International Astronomical Union).

SISTEM KOORDINAT EKUATOR



SISTEM KOORDINAT EKUATOR




Sistem koordinat ekuator barangkali adalah sistem koordinat langit yang paling sering digunakan. Sistem koordinat ini merupakan sistem koordinat yang bersifat geosentrik. Mirip dengan sistem koordinat geografi yang dinyatakan dalam bujur dan lintang, sistem koordinat ekuator dinyatakan dalam asensio rekta dan deklinasi. Kedua sistem koordinat tersebut menggunakan bidang fundamental yang sama, dan kutub-kutub yang sama. Ekuator langit sebenarnya adalah perpotongan perpanjangan bidang ekuator Bumi pada bola langit, dan kutub-kutub langit sebenarnya merupakan perpanjangan poros rotasi Bumi (yang melewati kutub-kutub Bumi) pada bola langit.

Seperti halnya bujur, asensio rekta dihitung sepanjang lingkaran yang sejajar ekuator. Asensio rekta dihitung ke arah timur mulai dari titik Aries atau titik Vernal Ekuinok yang merupakan salah satu titik perpotongan antara bidang ekliptika dan ekuator langit, tempat Matahari berada pada tanggal 21 Maret (lihat gambar). Asensio rekta dilambangkan dengan "α", kadang-kadang disebut juga RA (dari bahasa Inggris Right Ascension) dan dinyatakan dalam satuan sudut (jam, menit, detik), dengan 1 jam = 360 derajad / 24 jam = 15 derajad. Dalam pengamatan praktis seringkali harga ini tidak diketahui bahkan harus ditentukan sehingga digunakan besaran lain yang bersifat lokal, yaitu sudut jam atau HA (dari bahasa Inggris Hour Angle).

Seperti halnya lintang, deklinasi diukur dari ekuator ke arah kutub. Deklinasi bernilai positif bila benda langit yang diamati berada di belahan langit utara, dan negatif bila benda langit yang diamati berada di belahan bumi selatan. Deklinasi dilambangkan dengan "δ" dan dinyatakan dalam satuan sudut (derajat, menit, detik).



DEKLINASI

Deklinasi, atau dalam Bahasa Inggris disebut Declination (Dec), dengan simbol δ, adalah istilah astronomi yang dikaitkan dengan sistem koordinat ekuator. Deklinasi merupalam salah satu dari dua koordinat bola langit pada sistem koordinat ekuator. Koordinat lainnya adalah Asensio rekta.

Deklinasi bisa dibandingkan dengan garis lintang, yang diprojeksikan ke bola langit, dan diukur dalam derajat ke arau utara dari ekuator langit. Oleh karena itu, titik di utara ekuator mempunyai deklinasi positif, dan titik di selatan mempunyai deklinasi negatif.

Contoh:

* Suatu objek pada ekuator langit mempunyai deklinasi 0°.
* Suatu objek tepat di atas kutub utara mempunyai deklinasi +90°.
* Suatu objek tepat di atas kutub selatan mempunyai deklinasi −90°.

Tanda pada deklinasi tetap ditulis sekalipun nilainya positif.




ASENSIO REKTA




Asensio rekta, atau dalam Bahasa Inggris disebut Right ascension (RA), dengan simbol α, adalah istilah astronomi yang dikaitkan dengan sistem koordinat ekuator. RA merupalam salah satu dari dua koordinat bola langit pada sistem koordinat ekuator. Koordinat lainnya adalah deklinasi.

RA bisa dibandingkan dengan garis bujur, diukur dari titik nolnya yang berada di titik Aries atau titik vernal ekuinoks. RA diukur dalam jam, menit, dan detik; dengan satu jam sama dengan 15 derajat.

Selasa, 09 Februari 2010

Avenged Sevenfold

Avenged's Songs

Avenged Sevenfold - Beast & The Harlot.mp3
A7X - Critical Acclaim.mp3
Avenged Sevenfold - Gunslinger .mp3
Avenged SevenFold - Unholy Confessions.mp3
Avenged SevenFold-Seize The Day.mp3
Avenged Sevenfold - Dear God.mp3
Avanged Sevenfold - Afterlife.mp3
A7x scream.mp3

Some Videos

JANGKA SORONG&MIKROMETER SEKRUP

Pengukuran Panjang





Ketelitian pengukuran sangat diperlukan dalam mendesain sebuah alat. Kekurangtelitian seringkali membuat alat tersebut tidak berfungsi secara optimal, atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.





Coba bayangkan sekrup yang akan dipakai memiliki diameter yang tidak sama dengan pasangannya! Walaupun bedanya hanya 0,01 mm maka keduanya tidak akan dapat dirangkai dengan baik.



Dan apabila sekrup tersebut merupakan salah satu komponen mesin sebuah mobil, apakah mobil tersebut dapat berfungsi normal ?



Jangka sorong dan mikrometer sekrup adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang sebuah benda secara sangat teliti (dalam ukuran mm).

Kamis, 28 Januari 2010

Soal & Kunci jawaban kimia

1 Massa atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, dinyatakan oleh:
a. Lavoisier
b. Proust
c. Avogadro
d. Dalton
e. Gay Lussac
2. Suatu contoh hukum perbandingan berganda Dalton adalah pembentukan pasangan senyawa …
a. H2O dan HCl
b. CH4 dan CCl4
c. SO2 dan SO3
d. CO2 dan NO2
e. NH3 dan PH3
3. Perbandingan massa atom dalam suatu senyawa adalah tetap. Pernyataan ini dikemukakan oleh…
a. Lavoisier
b. Avogadro
c. Proust
d. Dalton
e. Gay Lussac
4. Unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO dan NO2. Pada massa Oksigen yang sama, maka perbandingan massa unsur N pada kedua senyawa tersebut memiliki perbandingan … ( Ar N = 4 : O = 16 )
a. 1 : 2
b. 2 : 3
c. 3 : 2
d. 2 : 1
e. 1 : 3
5. Diketahui reaksi : 2 C (s) + O2 (g) 2 CO (g)
Massa atom C.... Massa atom O
....6 gram............8 gram
....10,5 gram........14 gram
....15 gram........20 gram

Perbandingan massa unsur C dan massa unsur O dalam senyawa CO adalah …
a. 2 : 3
b. 3 : 2
c. 2 : 4
d. 3 : 4
e. 4 : 3
6. Jika 35 gram besi bereaksi dengan Belerang menghasilkan 55 gram besi (II) Belerang, menurut Hukum Proust, berat belerang ( Fe : S = 7 : 4 ) sebanyak….
a. 20 gram
b. 35 gram
c. 55 gram
d. 75 gram
e. 90 gram
7. Volume gas-gas yang bereaksi dengan volume gas-gas hasil reaksi, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh…
a. Avogadro
b. Lavoisier
c. Proust
d. Gay Lussac
e. Dalton
8. Persamaan reaksi :
a C2H6 (g) + b O2 (g) c CO2 (g) + d H2O (g)
akan memenuhi Hukum Lavoisier, jika a, b, c, dan d berturut-turut….
a. 2, 4, 7, 6
b. 2, 7, 4, 6
c. 2, 6, 7, 4
d. 2, 4, 6, 7
e. 2, 6, 4, 7
9. Perbandingan H : O = 1 : 8 , dalam senyawa air. Jika H2O sebanyak 45 gram, maka gram Hidrogen dan gram Oksigen adalah sebanyak….
a. 45 dan 5
b. 40 dan 5
c. 5 dan 8
d. 5 dan 9
10. Berdasarkan persamaam reaksi ( pada t,p ) sama :
.... ....MnO2 + HCl MnCl2 + H2O + Cl2
Maka perbandingan volumenya adalah….
a. 1, 2, 1, 4, 1
b. 1, 4, 1, 2, 1
c. 2, 1, 4, 1, 1
d. 1, 4, 1, 1, 2
e. 2, 1, 1, 4, 1

II. ESSAY
1. a. Bagaimana bunyi Hukum perbandingan berganda dari Dalton
b. Bagaimana perbandingan massa O dalam senyawa CO dan CO2. (dengan ....massa C yang sama atau tetap)
2. Diketahui persamaan reaksi
............ N2 (g) + H2 (g) NH3 (g)
Jika volume gas H2 sebanyak 60 ml, pada (t,p) sama, tentukan :
a. Volume gas N2 dan NH3
b. Perbandingan volume antara N2 : H2 : NH3
c. Apakah berlaku Hukum Gay Lussac?


1. A
2. C
3. C
4. D
5. D
6.A
7.D
8.B
9.E
10.B
Essay
1. a. Hukum perbandingan berganda (Dalton) berbunyi :
Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.
b. Perbandingan massa O dalam senyawa CO dan CO2 adalah
16 : 32 atau 1 : 2
2. Reaksi : N2 + 3 H2 2 NH3
Volume H2 = 60 ml
a. Maka volume N2 = x 60 ml = 20 ml
Volume NH3 = x 60 ml = 40 ml
b. Perbandingan volume N2 : H2 : NH3 = 1 : 3 : 2
c. Ya, karena berbanding sebagai bilangan bulat sederhana